Pengulangan Buruk ‘The Hangover Part II’

The Hangover Part II (2011) ★★☆☆
Directed by: Todd Phillips
Starring: Bradley Cooper, Ed Helms, Zach Galifianakais, Justin Bartha, Ken Jeong
Pada tahun 2009, Hollywood menghadirkan salah satu film komedi yang berjudul The Hangover, yang berkisah tentang 4 laki-laki yang lupa akan kejadian malam pesta lajang di Las Vegas sebelum pernikahan salah satu diantara mereka. Tanpa disangka, film tersebut menjadi film box office, disukai para krtikus karena cerita yang segar dan banyak elemen yang mengejutkan, serta kuda hitam yang memenangkan Golden Globes untuk kategori Best Movie in Musical or Comedy. Karena sukses itulah, Hollywood dalam jangka waktu 2 tahun mengeluarkan sequel terbarunya yang berjudul The Hangover Part II, dengan tim dan pemain yang sama. Lalu apa yang akan terjadi pada The Hangover Part II?
Yang terjadi hanyalah perbedaan lokasi, ketika film pertama mengambil lokasi kota judi Las Vegas dan film kedua ini mengambil lokasi di Bangkok, Thailand. Kali ini yang akan menikah adalah Stu (Ed Helms), si dokter gigi ceroboh yang pada film pertama hidupnya berakhir dengan mengencani penari telanjang. Ikutlah kedua sahabat mereka, yaitu Phil (Bradley Cooper) dan Doug (Justin Bartha), yang menjadi korban “hilang” pada film pertama, serta Alan (Zach Galifianakis) adik ipar Doug yang merupakan undangan “tidak resmi” pernikahan Stu (lihat sendiri filmnya dari Part I hingga Part II). Sama seperti sebelumnya, karena kecerobohan salah satu diantara para The Wolfpack, kejadian lupa diri karena mabuk ini terjadi lagi di Bangkok. Akan tetapi, yang hilang kali ini adalah Teddy (Mason Lee) adik laki-laki Lauren (Jamie Chung), perempuan yang akan dinikahi Stu.
Lalu kejadian apa saja yang menimpa kelima pria ini pasca lupa-diri-akibat-mabuk di Bangkok? Saya tidak akan menceritakannya dengan jelas, yang pasti adalah alur yang ada sama seperti film sebelumnya. Saya ulang kembali, yang membedakan film lanjutan ini dengan film sebelumnya hanyalah pemindahan lokasi dari Las Vegas ke Bangkok. Bila dalam film pertamanya para The Wolfpack ini mencari kepingan puzzle di Las Vegas, di Part II ini kepingan puzzle itu berada di Bangkok. Secara lokasi, film ini berhasil menggambarkan bagaimana Thailand, atau Bangkok secara khusus. Menurut saya Bangkok sama saja dengan Jakarta, sama-sama padat dan panas. Dan lagi, sama seperti film sebelumnya, kepingan puzzle pasca mabuk tersebut sama seperti di Las Vegas: melibatkan prostitusi (prostitusi khas Bangkok, sedikit membuat jijik), narkoba, mafia, dan Tuan Chow (Ken Jeong). Resensi yang saya tulis di sini sama persis seperti apa yang saya tulis ketika membuat resensi The Hangover dua tahun lalu. Yang membedakan adalah apabila film pertama sangat-sangat saya rekomendasikan karena segar, cukup baru, dan memiliki humor kasar khas laki-laki. Sedangkan pada film kedua, hanya pengulangan yang terjadi sehingga unsur-unsur kejutan dan humor segar tersebut sudah tidak tampak lagi. Saya ingat betul betapa saya dibuat tertawa terbahak-bahak atas ulah Ed Helms dan Zach Galifianakis pada film pertama, namun humor tersebut sudah terasa basi karena tidak adanya penambahan akting yang diperbuat.
Sutradara Todd Phillips, yang sudah mumpuni dalam membuat film-film dengan unsur humor kotor di Hollywood terlihat kehilanagn sentuhan magisnya di sini. Dia sama sekali tidak menciptakan hal baru, hanya ada pengulangan. Saya ingat ketika membaca kritikan pedas salah seorang pengamat film di Hollywood yang mengatakan bahwa The Hangover Part II harus banyak belajar dari Robert Zemeckis ketika membuat trilogy Back To The Future. Karena Zemeckis berhasil membawa isu yang sama disetiap film Back To The Future namun selalu membawa kejutan baru. Dikabarkan bahwa akan dibuat The Hangover Part III yang akan berlokasi di Belanda (red light district mungkin?). Dan saya berharap bahwa bagian 3 ini membawa hal baru, walaupun konsep cerita merupakan pengulangan, dan merupakan bagian terakhir.
Teramat sayang bagi saya untuk melihat semua bakat yang ada pada film ini tidak muncul dan digali dengan baik. Mungkin karena adanya desakan dari produser untuk mengejar keuntungan (saat ini The Hangover Part II sudah menghasilkan 500 juta dollar lebih dari modal 80 juta dollar) sehingga bagian kedua dari kisah perjalanan The Wolfpack ini terasa hambar. Saya rekomendasikan bagi yang belum pernah menonton film pertamanya (tapi alangkah baiknya untuk menonton yang pertama saja) dan saya tidak terlalu rekomendasikan untuk yang sudah pernah menonton film pertamanya. Catatan untuk LSF, jangan terlalu sadis untuk mensensor film, The Hangover Part II memang dibuat untuk tujuan kasar, sehingga bila ada bagian yang disensor akan menghilangkan kelucuan film tersebut. Akhir kata, The Hangover Part II seharusnya diberi judul The Hangover been-there-done-that Part II. (FBS)
-
daughters45go liked this
-
pamanfajarsukasekalidenganfilm posted this
